Beredarnya narkoba di lingkungan kampus

Jangan-jangan, Narkoba Juga Beredar di Kampus-kampus di Sumut
RILIS BARANG BUKTI UNAS - Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat (kiri) bersama Wakil Rektor Bidang Akademi dan Kemahasiswaan Universitas Nasional (Unas) Iskandar Fitri (kanan) menunjukan barang bukti berupa ganja sebanyak 5kg ganja serta alat hisap hasil pengeledahan kampus Unas di Polres Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (15/8). Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh pihak rektorat Unas dan petugas kepolisian dari Polres Jakarta Selatan dan Polsek Pasar Minggu pada Kamis (14/8) dini hari tersebut polisi berhasil menemukan barang bukti berupa 5 Kg narkoba jenis ganja, alat penghisap sabu, senjata tajam dan bom molotov serta empat orang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga terkait dalam barang bukti yang ditemukan. (antara foto/muhammad adimaja)
Tanggapan Masyarakat:

"Bukit Bebere Ribuna S.Sos menyebutkan untuk zaman saat ini semua bidang sudah ada kemajuan, termasuk dengan peredarannarkoba yang diduga sudah sampai ke perguruan tinggi. Jadi, tidak usah heran dengan peredaran narkoba. Kalau kita memang ada niat untuk menghilangkan narkoba di Indonesia bisa saja dengan cara ada berniat untuk tidak memakai narkoba lagi dan lainnya."Bukit Bebere Ribuna S.Sos
"Haji Abdiyanto minta agar tidak perlu adik - adik mahasiswa itu dipersalahkan semata. Sebab, sesungguhnya adik - adik itu korban dari kegagalan sistem sosial bangsa Indonesia. Kampanye Anti-Narkoba bergeser, dimaknai menjadi kampanye pemberantasan narkoba yang sukses meningkatkan populasi pengguna. "Kepada semua lapisan sosial dan profesi, ya STM (Sistematis,Terstruktur dan Massif ), perlu anak muda dan orangtua belajar dari personel Slank dan Bundanya," ujar Haji Abdiyanto."
Haji Abdiyanto

"Kawar Rekawan Saka Brahmana berharap seepantasnya bila pihak Kampus harus berani mengambil tindakan tegas untuk membentuk karakter dan generasi yang lebih kualifait. Selain adanya kegiatan pemberantasan, pihak kampus juga harus menjalin kerjasama dengan pihak bewajib untuk menangkap mereka yang terlibat dalam jaringan narkoba! "Perubahan terbaik harus dimulai dari lingkungan internal untuk membentuk pribadi dan karaktek generasi yang lebih baik dan kompeten," ujar Kawar Rekawan Saka Brahmana."
Kawar Rekawan Saka Brahmana

"Agus bilang ya semoga saja (narkoba tak lagi masuk kampus -red). Tapi ya apa kita semua tahu, makanya kita harus musnahkan narkotika. Jangan sampai beredar dan disalahgunakan. Inilah penjajahan rakyat Indonesia yang tidak secara langsung oleh negara asing. Contohnya seperti inilah mereka meracuni rakyat Indonesia melalui narkotika atau narkoba. Yang lama - kelamaan pecandu narkoba bisa mati, gila, stres, dan saling berpecah-belah sesama bangsa! Inilah yang harus ditunjukan misi utama oleh persiden baru kita. Mana Jokowi? Katanya mau makmur, damai. Kalau mengatasi narkotika atau narkoba jangan sampai enggak bisa. "Kekmana Indonesia makin maju?" tanya Agus."
Agus

"Bonar Pintor H Siahaan menilai ini problem basi. Karena sejak 1998 sudah marak peredaran ganja di kampus - kampus. Paling tidak itu yang diperoleh polisi ketika melakukan penindakan atau pencegahan demonstrasi mahasiswa pada saat itu. Dan berita beberapa waktu yang lalu ada seorang yang diberitakan sebagai dosen di PTN di Medan diduga menjadi pengedar narkoba.
Penyelesaiannya, yang menjadi pelaku pengedaran narkoba, bila mahasiswa/i, PNS, anggota Polisi dan tentara, selain dihukum penjara minimal 15 tahun, dipecat dari kemahasiswaannya, dipecat sebagai PNS, terutama jaksa dan hakim, anggota polisi maupun tentara, termasuk bila ikut andil dalam peredaran narkoba dengan menerima uang dan atau hadiah dalam bentuk lain dari pelaku pengedaran narkoba."

Bonar Pintor H Siahaan

"Sutrisno Tambunan berkata barangkali peredaran narkoba di lingkungan kampus bukanlah hal yang baru, melainkan sudah mulai ada sejak masa reformasi. Tentu mengapa hal itu terjadi? Salahsatu yang menjadi alasan yang mungkin para pengedar gunakan, di samping aman kalau transaksi di kampus.
Juga, barangkali mahasiswa sebagai objek penggunanya cukup menjanjikan untuk jadi objek bisnis para pengedar. Sebab, mahasiswa pada dasarnya memiliki uang saku yang rutin datang dari orangtua setiap bulannya. Hanya saja perlu adanya penyadaran pihak kampus kepada para rekan-rekan mahasiswa sebagai upanya preventifnya. Dan bila perlu adakan pemeriksaan rutin urin para mahasiswa/i serta yang penting untuk memutus matarantai peredarannya. Lakukan tes urin bagi mahasiswa baru sebagai syarat penerimaan mahasiswa. Dan Tentunya yang paling penting, diperlukan adanya keberanian institusi terkait dalam memberantasnya."

Sutrisno Tambunan

Sumber:
http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/08/28/114258/jangan-jangan_narkoba_juga_beredar_di_kampus-kampus_di_sumut/#.VG8v49KUc8o

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts